Pedoman Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi

oleh BPBD Kab. Mojokerto

2014-05-09 08:28:32   |  Dibaca 670 kali

Pedoman Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi

 

Kegagalan Teknologi adalah semua kejadian bencana yang diakibatkan oleh kesalahan desain, pengoperasian, kelalaian dan kesengajaan manusia dalam penggunaan teknologi dan/atau industri.

Penyebab terjadinya kegagalan teknologi

  1. Kebakaran
  2. Kegagalan/kesalahan desain keselamatan pabrik/teknologi
  3. Kesalahan prosedur pengoperasian pabrik/teknologi
  4. Kerusakan komponen
  5. Kebocoran reaktor nuklir
  6. Kecelakaan transportasi (darat, laut, udara)
  7. Sabotase atau pembakaran akibat kerusuhan
  8. Dampak ikutan dari bencana alam (gempa bumi, banjir, dan sebagainya

Kegagalan teknologi dapat menyebabkan pencemaran (udara, air dan tanah), korban jiwa, kerusakan bangunan, dan kerusakan lainnya. Bencana Kegagalan teknologi pada skala yang besar akan dapat mengancam kestabilan ekologi secara global.

Gejala dan Peringatan Dini

  • Kejadian sangat cepat (dalam hitungan detik atau jam) dan secara tiba-tiba
  • Desain pabrik/industri harus dilengkapi dengan sistem monitoring dan sistem peringatan akan bahaya kebakaran, kerusakan komponen/peralatan dan terjadinya kondisi bahaya lainnya.
  • Pelepasan bahan-bahan pencemar yang berbahaya pada umumnya tidak terlalu cepat sehingga memungkinkan untuk memberikan peringatan dan evakuasi pekerja dan masyarakat sekitarnya.
  • Ledakan pabrik dalam beberapa kasus dapat diantipasi.

Tips Penanganan dan Upaya Pengurangan Bencana

  1. Kurangi atau hilangkan bahaya yang telah diidentifikasikan
  2. Tingkatkan ketahanan terhadap kebakaran dengan menggunakan material bangunan ataupun peralatan yang tahan api.
  3. Bangun daerah penyangga atau penghalang api serta penyebaran asap/pengurai asap.
  4. Tingkatkan fungsi sistem deteksi dan peringatan dini.
  5. Perencanaan kesiapsiagaan dalam peningkatan kemampuan pemadaman kebakaran dan penanggulangan asap, tanggap darurat dan evakuasi bagi pegawai serta penduduk disekitar.
  6. Sosialisasikan rencana penyelamatan kepada pegawai dan masyarakat sekitarnya bekerja sama dengan instansi terkait.
  7. Tingkatkan Kemampuan pertahanan sipil dan otoritas kedaruratan.
  8. Batasi dan kurangi kapasitas penampungan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan mudah terbakar.
  9. Tingkatkan standar keselamatan di pabrik dan desain peralatan
  10. Antisipasi kemungkinan bahaya dalam desain pabrik
  11. Buat prosedur operasi penyelamatan jika terjadi kecelakaan teknologi.
  12. Pindahkan bahan/material yang berbahaya dan beracun
  13. Secara proaktif melakukan monitoring tingkat pencemaran sehingga standar keselamatan tidak terlampaui.
  14. Persiapkan rencana evakuasi penduduk ke tempat aman